Senin, 31 Oktober 2016

Terbangkan UAV Mi-X1 Setinggi 10KM, Menembus Langit Pecahkan Rekor Muri



Menembus Langit Pecahkan Rekor Muri Terbangkan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Setinggi 10 KM pada hari Sumpah Pemuda ke-88 (28/10/2016) setelah lepas landas dari Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer LAPAN di Pamengpeuk, Garut jam 6.20 pagi. Tonggak sejarah aeronautika Indonesia ini juga disaksikan oleh sejumlah wartawan termasuk Jalantikus.com, partner dan semua pihak yang terlibat di Control Room, gedung Cyber Jakarta.
Meski belum berhasil mencapai ketinggian 30 KM yang ditargetkan sebelumnya, UAV Mi-X1 berhasil kembali dengan selamat ke titik awal setelah mengalami gangguan sensor GPS di ketinggian 10.2KM. Sebelumnya, AeroTerrascan dan LAPAN berhasil melakukan trial flight pada tanggal 27 Agustus 2016 lalu dan sempat menerbangkan UAV Mi-X1 hingga ketinggian 12.8KM. Secanggih apa sih Pesawat Ulang Alik Stratosfer Tanpa Awak buatan anak negeri ini?

Yuk, Kenalan Dengan UAV A1-X1


Sebagai drone buatan lokal, UAV Ai-X1 tergolong canggih. Pesawat Tanpa Awak yang didesain dan diproduksi oleh AeroTerrascan ini memiliki panjang 621.14 x 1006 cm dengan bobot 2.7 kg. Airframe Ai-X1 dibuat dari bahan fiber composite dengan carbon reinformcement. Dengan ukuran 11x6 inci Propelernya sendiri memungkinkan untuk ditekuk dan akan diputar oleh motor elektrik. Ai-X1 juga menggunakan sistem autopilot berbasis APM yang dilengkapi dengan airspeed sensor, GPS, radio telemetry 900Mhz, dan video transmitter 1.2Ghz. Tenaga UAV Ai-X1 berasal dari baterai LiPo 4S dengan kapasitas 22000MAh dan 3S 4000mAh.
Sejatinya, UAV Ai-X1 yang dilengkapi dengan sensor meteorologi dan kamera 360 ini akan melakukan ekspedisi di ketinggian 30KM (Stratosfer), mengambil data cuaca dan kondisi di ketinggian tersebut, lalu berputar-putar menurun kembali ke lokasi peluncuran. Kemampuannya untuk kembali secara otomatis ke titik awal membuat Ai-X1 berpotensi untuk menjadi wahana ulang alik (reusable) yang bisa digunakan kembali di kemudian hari untuk menyelesaikan misi selanjutnya.


Harapan dari program Menembus Langit secara teknologi adalah agar di kemudian hari tercipta UAV berjenis High Altitude Long Endurance (HALE) dari Indonesia yang bisa digunakan untuk beragam keperluan negara seperti penerapan di bidang maritim, dan bahkan beralih fungsi menjadi pengganti satelit untuk komunikasi.
Ingin tahu lebih jauh mengenai Program Menembus Langit? Kunjungi website mereka di Menembus Langit atau follow akun twitter mereka di @MenembusLangit



28 October 2016 - oleh Ratna Dewy

Jumat, 28 Oktober 2016

BAN PT Visitasi Prodi Teknik Sipil


Karakter kepemimpinan tingkat mahasiswa sangat penting. Bukan hanya bagi individu, namun juga dalam tataran organisasi supaya prestasi yang pernah dicapai semakin meningkat ketika terjadi alih generasi kepemimpinan. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Narotama (UNNAR) mengadakan kegiatan outbound dan pengkaderan fakultas yang diikuti oleh para mahasiswa baru (maba) dari semua fakultas.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari (Jumat – Minggu) 14 – 16 Oktober 2016 di kawasan wisata Mojokerto. Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan mengangkat tema “Generation of Change” bertempat di Villa Asia Jaya, Pacet. Fakultas Hukum mengangkat tema “Revolution For Great Generation” bertempat di Villa Cemara, Pacet. Fakultas Teknik dengan tema “Together We Can, United We Stand” di Villa Damar Sewu, Pacet. Fakultas Ilmu Komputer dengan tema “Spirit of Sharing” tempat di bumi perkemahan Dlundung, Trawas.
Pemberangkatan peserta outbound dan pengkaderan oleh Rektor UNNAR Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST, M.HP di Plasa Gedung E, Jumat (14/10/2015). Hadir dalam pemberangkatan tersebut para Dekan dan Kaprodi. Selama pelaksanaan outbound dan pengkaderan didampingi dan dipantau oleh Direktur Kemahasiswaaan UNNAR Andi Pontjo Wiyono L, SH, MH. Outbound dan pengkaderan tersebut berjalan dengan sukses sesuai agenda fakultas masing-masing. Panitia maupun peserta penuh semangat mengikuti semua proses acara berlangsung. Peserta mendapatkan pelajaran berharga dalam ilmu kepemimpinan untuk dapat menjadi penerus BEM masing–masing fakultas.

Foto: Tim Asesor BAN PT Prof. Dr. Ir. Sunjoto, DEA, Dip.HE dan Prof. Ir. Yoyong Arfiadi, M.Eng, P.hD (hem batik) bersama dekan, kaprodi, serta tim borang prodi teknik sipil.
13 Oktober 2016,